Nama : Wahyu Kirnawan
NPM : 57412637
Kelas : 3IA25
Tugas Softskill 1
Pengantar Teknologi Game
1. Pengertian Game
Pengertian game pada umumnya berarti aktifitas yang bisa berupa
tindakan nyata ataupun tindakan di dalam suatu sistem atau aplikasi yang
dapat membawa kesenangan/hiburan bagi penggunanya. Dimana hiburan yang
didapat tetap mempunyai aturan dan target. Namun Menurut wikipedia (http://en.wikipedia.org),
game adalah aktifitas yang melibatkan satu atau lebih pemain. Game
dapat pula diartikan sebagai tujuan yang ingin dicapai pemain atau
sekumpulan aturan yang menandakan apa yang dilakukan pemain dan yang
tidak dapat dilakukan. Game dimainkan terutama untuk
hiburan,kesenangan,tetapi dapat juga berfungsi sebagai sarana
latihan,pendidikan
dan simulasi.
2. Perkembangan Game
Pada era modern seperti ini game sudah banyak berbagai jenis
dimainkan, mulai dari mobile phone, PC, laptop, ataupun playstation,
XBOX, dan lain-lain. Namun, game itu sendiri muncul pada generasi
pertama awal 1972 dan hingga saat ini generasi ketujuh. Perkembangan
game seperti dibawah ini :
a. Generasi Pertama
1972, pada saat itu orang belum mengenal konsol atau game komputer,
yang mereka tahu adalah video game, yaitu sebuah permainan elektronik
yang menampilkan gambar bergerak (video). Sebuah perusahaan bernama
Magnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey. Magnavox
Odyssey, konsol game pertama di dunia mengoperasikan Pong. Tidak lama
setelah itu sebuah game arcade legendaris Atari berjudul “Pong” muncul.
Pong merupakan sebuah game sederhana yang mengambil konsep permainan
tenis, satu bola dan 2 papan di kiri dan kanan, pemain sebisa mungkin
harus berusaha mengembalikan bola ke daerah lawan. Atari merilis Pong
dalam bentuk sebuah mesin ding dong bernama Sears.
1975, Magnavox menyerah dan menghentikan produksi Odyssey. Sebagai
gantinya, mereka mengikuti jejak Atari, memproduksi mesin ding dong
bernama Odyssey 100, yang khusus menyajikan game Pong.
b. Generasi Kedua
1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan
menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama
yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang
disebut cartridge. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa
produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan
tersebut juga merilis konsol serupa. Fairchild VES, pertama di dunia
yang menggunakan media cartridge.
1977, dunia konsol menjadi tidak populer, game-game yang ada tidak
berhasil menarik minat. Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan.
Praktis, hanya ada Atari dan Magnavox yang masih bertahan di dunia video
game.
1978, Magnavox meluncurkan Odyssey 2, seperti halnya Odyssey pertama,
konsol ini pun gagal menjadi hit. Tak lama berselang, Atari meluncurkan
konsol legendaris, Atari 2600, yang terkenal dengan game Space
Invaders-nya
1980, berbagai produsen konsol muncul, dan mereka mengambil Atari
2600 sebagai konsep dasar, perkembangan dunia game pun semakin pesat.
1983, dunia video game kembali ambruk. Game-game yang kurang kreatif
membuat konsol kembali mendapat sambutan dingin, apalagi, PC saat itu
menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang konsol
video game, selain untuk bermain, PC juga produktif untuk bekerja.
Game-game komputer (PC Game) semakin berkembang pesat, hingga saat ini.
Pelopor PC ber-game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus
personal computer yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki
kapasitas memori jauh lebih baik dari konsol videogame model apa pun.
Atari 2600, sempat hit tahun 80-an. Memiliki “adik” bernama Atari 2600
Jr.
c. Generasi Ketiga
1983, perusahaan bernama Famicom (Jepang) menciptakan gebrakan baru,
sebuah konsol bernama Famicom/Nintendo Entertainment System (NES)
dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi
resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Setelah mendapat sambutan hangat
di Jepang, Famicom memperluas pemasarannya ke Amerika, yang dikenal
dengan NES (Nintendo Entertainment System). Nintendo memiliki chip
pengaman pada cartridge game mereka, dengan demikian seluruh game yang
akan dirilis haruslah seijin developer Nintendo. Dan akhirnya, muncul
sebuah game legendaris, Super Mario Brothers, yang dibintangi karakter
fenomenal yang tetap eksis hingga kini, Mario. Famicom dari Nintendo,
berhasil merajai pasar videogame di era generasi ketiga.
d. Generasi Keempat
1988, NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah
perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Sega merilis konsol
next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega
Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang
lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan,
tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi.
1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES
(Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan
Sega menjadi bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK
dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi
kedua konsol mereka begitu handal dan populer.
Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai
ikonnya melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.
e. Generasi Kelima
1990-1994, Sega dan Nintendo tetap bersaing. Berbagai game fenomenal
dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge mereka, dan Sega
menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk meningkatkan
kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu dengan
game-game keren seperti Donky Kong Country (SNES) dan Vectorman (Sega).
1993, sebuah perusahaan ternama, Panasonic, merilis konsolnya yang
bernama Panasonic 3DO. Ini adalah konsol pertama yang menggunakan CD
sebagai pengganti cartridge. Harganya yang sangat mahal membuat konsol
ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan
produksinya.
Panasonic 3DO, konsol game pertama yang menggunakan media CD.
1994, Atari kembali meluncurkan konsol baru untuk menandingi Nintendo
dan Sega. Atari Jaguar jelas jauh lebih canggih ketimbang NES maupun
Mega Drive, tetapi penggunaannya yang sulit menjadi batu sandungan,
belum lagi, pada tahun yang sama, Sony merilis konsol super legendaris,
PlayStation. Atari bangkrut dan akhirnya melakukan merger. Konsol basis
CD yang pertama kali menuai sukses adalah Sony PlayStation. Konsol
Jepang ini segera mendapat sambutan hangat, dan hingga saat ini,
PlayStation sudah terjual ratusan juta unit. PlayStation yang juga
disebut PS-One merupakan konsol terlaris sepanjang masa. Sega dan
Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan mereka dari Sony. Sega
kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo 64.
f. Generasi Keenam
1998, Setelah jatuhnya Nintendo dan Sega, kini dunia konsol jadi
milik Sony. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang tidak memiliki
pesaing. Sega mencoba meluncurkan Sega Dreamcast untuk mematahkan
dominasi Sony, tetapi kembali gagal, akhirnya pada tahun itu juga, Sega
mengundurkan diri dari dunia produsen konsol.
2000, Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka berhasil merilis konsol
barunya, PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD. Nintendo mencoba
bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini tidak
menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil,
yaitu 8 cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat
GameCube kurang populer. Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2
adalah Xbox. Sebuah konsol keluaran Microsoft ini menggebrak dengan
tampilan visual yang sangat tajam dan berkualitas yang kala itu lebih
menarik dibanding dengan PlayStation 2. Sayangnya game-game Xbox
ternyata tidak sepopuler PlayStation 2. Satu game Xbox yang menjadi hit
dan cukup fenomenal yaitu Halo. Karena game ini udah memanfaatkan
fasilitas ‘unggul’ dari Microsoft, yaitu Xbox Live.
g. Generasi Ketujuh
2005, Boleh dibilang, Xbox terlambat meluncur ke pasaran dibanding
PlayStation 2, dan support game-game tenar juga sangat minim. Tetapi,
Microsoft seolah belajar dari kesalahannya. Pada saat Sony masih
melakukan riset untuk konsol PlayStation 3 yang menggunakan Blu-Ray,
Microsoft kali ini telah mengambil seribu langkah lebih cepat. Xbox 360,
konsol generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD.
2006, Xbox 360 hadir dengan segudang fitur istimewa, mulai dari
grafis, hingga titel-titel game terkenal. Di antaranya Best Game of The
Year s2006 versi beberapa situs game terkemuka, Gears of War. Apalagi,
Xbox Live semakin disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari
para gamer. Kali ini, giliran Sony yang terlambat. PlayStation 3 dirilis
pada November 2006, selang seminggu sebelum Nintendo meluncurkan
terobosannya, yaitu Nintendo Wii. Posisi PlayStation 3 kurang
menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah keburu tenar duluan, Wii
juga menawarkan inovasi pada stik kontrol mereka yang ’motion
sensitive’. Apalagi, harga konsol terbaru Sony itu merupakan yang paling
mahal dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3
menjadi yang terendah di bawah Xbox 360 dan Wii.
Xbox 360, Wii, Playstation 3, dan kini sudah ada Playstation 4 menjadi pesaing tetap dari generasi sebelumnya.
g. Generasi Mobile dan Online
Ini game generasi paling heboh karena banyak permainan/game yang
dikembangkan untuk keperluan mobile seperti Game Flash, Game Versi Web,
Game Versi Android dan dengan dukungan teknologi web maka muncullah Game
Versi HTML5 yang kian marak dikembangkan sejak tahun 2012.
3. Hal-hal apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan game?
Secara garis besar hal-hal yang dibutuhkan dalam pembuatan game itu seperi :
a. Tentukan tema game
Kita harus menentukan tema dalam membuat game misalnya new year,
valentine, hallowen, christmass, education, winter, summer, dll.
b. Pilih Genre game
Pilih genre yang akan kia gunakan misalnya : Actions, Sport, Adventure, Puzzle, Shooting, Strategy, Card, RPG, dll.
c. Pilih grafis
“Dipandang rupa, dimakan rasa” Karena grafislah yang dipandang saat game
dimainkan maka pilihlah secara bijak grafis yang akan digunakan
realistis, semi realistis, atau kartun.
d. Pilih software
Pilih software yang akan digunakan Macromedia Flash MX (Actionscript 1),
Macromedia Flash MX 2004 (Actionscript 2), Macromedia Flash 8
(Actionscript 2), Adobe Flash CS3 (Actionscript 3) atau Adobe Flash CS4
(Actionscript 3) tergantung kemampuan anda. Jika anda bisa semuanya,
pilihlah yang menurut anda gampang dibuat dan menghasilkan game yang
bagus.
e. Cari musik dan sound efek
Tanpa musik dan sound efek game akan terasa kurang hidup ketika
dimainkan. Anda jangan asal memasukan musik dan sound efek karena akan
membuat game anda menjadi lebih kurang bagus. Cari musik dan sound efek
yang benar-benar cocok bagi game.
f. Mulai membuat game
Setelah anda menentukan 5 nomor di atas, kini saatnya anda membuat gamenya.
g. Tes game
Setelah gamenya selesai, tes terlebih dahulu. Apakah ada error atau tidak.
4. Jenis-jenis Game
Untuk jenis game itu sendiri ada beberapa macam, dibawah ini adalah jenis game yang sudah saya mainkan:
a. Game First Person Shooting: Counter Strike, Call Of Duty, Sniper Ghost Warrior, dll.
b. Game Fighting: Tekken, Mortal Combat, Street Fighter, dll.
c. Game Adventure: Grand Theft Auto, Resident Evil, Assasin’s Creed, dll.
d. Game Racing: Need For Speed, F1, Moto GP, dll.
e. Game Sports: Pro Evolution Soccer, Fifa, NBA, dll.
f. Game Arcade: Solitaire, Chess, Sudoku, dll.
5. Software-software Pembuatan Game
Mungkin sudah banyak para gamers membuat game mulai dari game
sederhana ataupun dari 3D. dibawah ini adalah software yang digunakan
untuk membuat game sederhana ataupun 3D:
a. Greenfoot
b. NetBeans IDE
c. Macromedia Flash
d. Unity 3D
e. 3D Game Studio
f. Cry Engine
g. Anvil Engine
h. IW Engine
i. Avalance Engine
j. Creation Engine
sumber dibawah ini:
Sumber 1
Sumber 2